Selasa, 10 September 2013

RANGKUMAN PKn BAB1



NILAI JUANG PADA PERUMUSAN PANCASILA

Apa yang kamu ketahui tentang nilai juang?
Perhatikan kutipan kalimat di bawah ini dengan saksama!
a. Sebagai generasi muda, kita harus mewarisi nilai-nilai juang yang dilakukan para pendiri negara kita.
b. Nilai-nilai perjuangan yang mewarnai bangsa Indonesia dalam mencapai kemerdekaan di antaranya ialah berani menegakkan kebenaran dan keadilan.
c. Nilai-nilai pergaulan yang dianut bangsa kita berbeda dengan nilai-nilai yang dianut bangsa Amerika.
Dari ketiga kutipan kalimat di atas, kita dapat menarik pengertian atau makna nilai. Nilai yaitu sesuatu yang berharga atau berguna. Juang artinya usaha untuk mendapatkan sesuatu atau usaha untuk menggapai cita-cita. Jadi, nilai juang artinya sesuatu yang berharga dalam usaha mendapatkan (merebut) sesuatu atau dalam mencapai cita-cita. Berkaitan dengan ketiga kalimat di atas, maka kita dapat mengartikan kalimat di atas seperti berikut:
a. Sebagai generasi muda, kita harus mewarisi sesuatu yang berharga dalam perjuangan yang dilakukan para pendiri negara kita.
b. Sesuatu yang berharga dalam perjuangan itu di antaranya ialah berani menegakkan kebenaran dan keadilan.
c. Sesuatu yang berharga yang dianut bangsa kita berbeda dengan sesuatu yang berharga yang dianut bangsa Amerika.
Jadi, nilai juang artinya sesuatu yang berharga dalam usaha mendapatkan (merebut) sesuatu atau dalam mencapai cita-cita.
2. Proses Perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara
Bagaimana proses perumusan dasar negara, Pancasila?
Perumusan Pancasila sebagai dasar negara dilakukan melalui tahapan-tahapan berikut, yakni:
a. Sidang I BPUPKI Tanggal 29 Mei - 1 Juni 1945
Sidang pertama Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dilaksanakan tanggal 29 Mei sampai dengan 1 Juni 1945. Dalam sidang ini dibicarakan mengenai asas dan dasar negara Indonesia merdeka atau Philosofische Grondslag Indonesia Merdeka.
Usul mengenai asas dan dasar Indonesia merdeka pertama-tama dikemukakan oleh Mr. Muhammad Yamin dalam pidatonya tanggal 29 Mei 1945 dengan judul "Asas dan Dasar Negara Kebangsaan Republik Indonesia". Mr. Muhammad Yamin mengusulkan lima asas dan dasar bagi negara Indonesia merdeka yang akan didirikan, yakni:
1.     Peri Kebangsaan;
2.     Peri Kemanusiaan;
3.     Peri Ketuhanan;
4.     Peri Kerakyatan;
5.     Kesejahteraan Sosial.
Kendatipun demikian pendapat Yamin dalam pidatonya, tetapi setelah selesai pidato ia memberikan konsep mengenai asas dan dasar negara Indonesia merdeka yang agak berbeda dengan apa yang dipidatokan. Asas dan dasar negara Indonesia merdeka menurut Mohammad Yamin dalam konsep tertulis yang diberikan kepada Ketua ialah:
( 1 ) Ketuhanan Yang Mahaesa;
(2) Persatuan Kebangsaan Indonesia;
( 3 ) Rasa kemanusiaan yang adil dan beradab;
(4) Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan;
( 5 ) Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Selain Yamin, Mr. Soepomo juga mengemukakan gagasan mengenai asas dan dasar negara Indonesia merdeka. Gagasan Soepomo mengenai asas dan dasar Negara Indonesia merdeka ialah:
 ( 1 ) Persatuan;
(2) Kekeluargaan;
( 3 ) Keseimbangan lahir dan batin;
(4) Musyawarah;
( 5 ) Keadilan rakyat.
Sedangkan dalam pidato tanggal 1 Juni 1945, Ir. Sukarno mengemukakan asas dan dasar negara Indonesia merdeka sebagai berikut:
( 1 ) Kebangsaan Indonesia;
(2) Internasionalisme atau perikemanusiaan;
( 3 ) Mufakat atau demokrasi;
(4) Kesejahteraan sosial;
( 5 ) Ketuhanan yang berkebudayaan.
Ir. Sukarno menyarankan lima asas untuk berdirinya bangunan negara itu hendaknya diberi nama Pancasila, artinya lima dasar. Gagasan ini ia kemukakan atas saran dari salah seorang temannya, ahli bahasa. Akan tetapi beliau tidak
menyebutkan nama temannya itu.
b. Sidang Panitia Kecil 22 Juni 1945
Dalam sidang pertama BPUPKI disepakati bahwa untuk menindaklanjuti sidang yang belum mencapai kesimpulan dibentuk Panitia Kecil. Panitia Kecil ini bertugas merumuskan hasil sidang I dengan lebih jelas. Anggota Panitia Kecil ada sembilan orang sehingga sering disebut Panitia Sembilan. Kesembilan tokoh tersebut ialah:
• Ir. Soekarno (Ketua merangkap anggota);
• Drs. Mu. Hatta (Wakil Ketua merangkap anggota);
• A.A. Maramis, S.H. (anggota);
• Abikusno Cokrosuyoso (anggota);
• Abdul Kahar Muzakkir (anggota);
• Haji Agus Salim (angota);
• K.H. Wahid Hasyim (anggota);
• Achmad Soebardjo, S.H. (anggota);
• Mr. Muh. Yamin (anggota).
Sidang Panitia Sembilan ini dilaksanakan tanggal 22 Juni 1945 di Gedung Jawa Hokokai Jakarta. Selain panitia sembilan, anggota BPUPKI lainnya juga hadir dalam rapat tersebut, sehingga jumlah peserta rapat ada 38 orang.
·       Sidang II BPUPKI
Sidang II BPUPKI diselenggarakan pada tanggal 10 sampai dengan 16 Juli 1945. Dalam sidang ini dibicarakan mengenai penyusunan Rencana Pembukaan Undang-undang Dasar dan rencana Undang-undang Dasar serta rencana lain yang berhubungan dengan kemerdekaan bangsa Indonesia.
Dalam rapat tanggal 11 Juli 1945 dibentuk Panitia Perancang Undang-Undang Dasar dengan susunan sebagai berikut:
• Ir. Sukarno;
• R. Otto Iskandardinata;
• B.P.H. Purbaya;
• K.H. Agus Salim;
• Mr. Achmad Subarjo;
• Mr. R. Supomo;
Mr. Maria Ulfah Santosa;
• K.H. Wahid Hasyim;
• Parada Harahap;
• Mr. J. Latuharhary;
• Mr. R. Susanto Tirtoprojo;
• Mr. Sartono;
• Mr. KPRT Wongso Negoro;
• KRTH Wuryaningrat;
• Mr. R.P. Singgih;
• Mr. Tan Eng Hoa;
• dr. P.A. Husein Jayadiningrat;
• dr. Sukirman Wiryosanjoyo;
• Mr. A.A. Maramis;
• Miyano (utusan Jepang).
Atas usul dari Husein Jayadiningrat dan Mr. Muh. Yamin, maka dalam Panitia Perancang Undang-undang Dasar dibentuk Panitia Kecil dengan susunan sebagai berikut:
-           Panitia Kecil Declaration of Rights, dengan susunan anggota Mr. Achmad Subardjo (Ketua), Parada Harahap, dan dr. Sukirman Wiryosanjoyo. _ Panitia Kecil Perancang Undang-undang Dasar dengan susunan Mr. Soepomo (Ketua), Mr. Achmad Soebardjo, K.P.R.T. Wongsonegoro, Mr. A.A. Maramis, Mr. R.P. Singgih, K.H. Agus Salim, dr. Sukirman Wiryosanjoyo.
-           Untuk Preambul (Pembukaan) tidak dibentuk panitia kecil karena hasil Panitia Sembilan tanggal 22 Juni 1945 telah diterima.
Dalam rapat yang memakan waktu selama 7 hari itu, dihasilkan Rancangan Undang-undang Dasar untuk Indonesia Merdeka. Dapatkah kamu menangkap kekompakan mereka dalam menyusun UUD 1945 yang di dalamnya terdapat dasar negara Pancasila? Nilai apa yang mereka miliki?
Usaha-usaha mempersiapkan kemerdekaan Indonesia melalui BPUPKI hanya sampai di sini, karena selanjutnya pada tanggal 7 Agustus 1945 BPUPKI dibubarkan dan sebagai gantinya dibentuklah Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada tanggal 9 Agustus 1945. Ketua PPKI ialah Ir. Soekarno dan wakilnya Drs. Muh. Hatta.
Sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI)
Bagaimana perjuangan bangsa Indonesia dalam merumuskan dasar Negara melalui PPKI?
Meskipun badan ini buatan Jepang, akan tetapi sampai menyerahnya Jepang kepada Sekutu (14 Agustus 1945), badan ini tidak pernah dilantik oleh Jepang.
Keanggotaan PPKI pun adalah bangsa Indonesia sendiri. Sejak perumusan teks Proklamasi sebagian anggota PPKI ini telah mulai memerankan fungsinya sebagai wakil-wakil rakyat Indonesia. Sesuai dengan rencana semula, PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) atau Dokoritsu Zunbi Iinkai akan mengadakan sidang pada tanggal 18
Agustus 1945, yakni akan membicarakan persiapan kemerdekaan Indonesia. Akan tetapi, karena pada tanggal 17 Agustus 1945 Indonesia merdeka lepas dari campur tangan Jepang, maka akhirnya sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945 dimanfaatkan untuk melengkapi persyaratan berdirinya negara yang belum terpenuhi.
Secara garis besarnya, kegiatan rapat PPKI tanggal 18 Agustus 1945 dibagi ke dalam dua tahap, yaitu:
1 ) Tahap Sebelum Rapat PPKI
Pada tahap ini diadakan rapat kecil yang terdiri atas Drs. Mohammad Hatta, Ki Bagus Hadikusumo, Wahid Hasyim, Mr. Kasman Singodimejo, dan Teuku Moh. Hasan. Mereka mengadakan rapat pendahuluan dan menghasilkan kesepakatan mengubah kalimat "Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya" menjadi "Ketuhanan Yang Mahaesa".
Dengan perubahan tersebut, maka seluruh hukum Undang-undang Dasar dapat diterima oleh daerah-daerah Indonesia yang tidak beragama Islam, misalnya daerahdaerah yang diduduki Kaigun.
Menurut Drs. Muh. Hatta, adanya perubahan itu menandakan bahwa para pemimpin bangsa pada waktu itu lebih mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa. Perhatikanlah bagaimana para pemimpin bangsa kita begitu toleran terhadap sesamanya, sehingga semua paham dan golongan yang berbeda dapat dipersatukan dengan kearifan mereka.
2 ) Rapat Utama PPKI
Rapat ini dipimpin oleh Ir. Soekarno dan Muh. Hatta. Dalam rapat ini diputuskan tiga keputusan penting, yakni:
_ Menetapkan dan mengesahkan UUD 1945 setelah mengalami perubahan di sana-sini. Dalam UUD tercantum dasar negara. Dengan demikian PPKI pun telah menetapkan dasar negara RI yang baru diproklamasikan sehari sebelumnya;
_ Memilih dan mengangkat Ir. Sukarno dan Drs. Muh. Hatta, masing-masing sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia;
_ Menetapkan Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) yang berfungsi membantu presiden dan wakil presiden sebelum lembaga-lembaga negara yang diharapkan UUD 1945 terbentuk secara resmi.
Dalam proses perumusan Pancasila sebagai dasar negara, terdapat nilai-nilai juang yang digunakan para pejuang bangsa kita. Di antara nilai-nilai juang tersebut adalah:
1 . Nilai persatuan dan kesatuan mereka begitu menempatkan persatuan dan kesatuan bangsa di atas kepentingan pribadi dan golongan.
2. Nilai keikhlasan Para perumus dasar negara kita saat itu tidak terpikir untuk mendapat imbalan. Mereka ikhlas demi bangsa dan negaranya.
3 . Berani menegakkan kebenaran dan keadilan Demi keadilan, mereka berani melakukan perjuangan di tengah-tengah bahaya.
4. Toleran terhadap perbedaan Perumusan dasar negara diwarnai dengan sikap menghargai perbedaan.
5 . Nilai musyawarah mufakat Mereka merumuskan dasar negara dengan asas musyawarah untuk mencapai
kata mufakat.
B Nilai Kebersamaan dalam Proses Perumusan Dasar Negara
Bagaimana nilai-nilai kebersamaan mewarnai proses perumusan dasar Negara Pancasila?
Saat bangsa Indonesia merumuskan dasar negara, kita dapat menangkap kentalnya nilai-nilai kebersamaan di antara mereka. Perhatikan bagaimana sebagian tokoh pejuang kita begitu rela mengubah kalimat "Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya" menjadi "Ketuhanan Yang Maha Esa".
Apabila tokoh pejuang kita tidak memiliki sikap kebersamaan, tentu saja kalimat itu tidak akan diubah, dan jika tidak diubah sudah barang tentu bangsa kita terpecah-belah saat itu. Mereka yang tidak beragama Islam tidak dapat diwadahi dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Untunglah para tokoh pejuang bangsa kita saat itu memahami nilai-nilai kebersamaan, sehingga semua paham dan golongan dapat dipersatukan.
Bagaimana sikap bangsa Indonesia sekarang? Masihkah mereka menjungjung tinggi nilai-nilai tersebut?
Apa yang terjadi jika saat perumusan dasar negara para pejuang bangsa kita tidak memiliki sikap kebersamaan?
Demikian pula saat sidang Panitia Sembilan. Apabila kita cermati dengan saksama, pendapat yang banyak masuk dalam Piagam Jakarta mengenai asas dan dasar Negara Indonesia merdeka adalah pendapat Muh. Yamin. Akan tetapi, Ir. Sukarno, Mr. Supomo, dan tokoh lainnya tidak memaksakan kehendaknya. Mereka begitu lapang dada memerima hasil keputusan bersama itu. Inilah hakikat sikap kebersamaan. Nilai-nilai apa yang menonjol saat itu? Itulah yang disebut nilai kebersamaan atau nilai persatuan dan kesatuan. Mereka lebih mengutamakan persatuan dan
kesatuan bangsa di atas kepentingan pribadi dan kelompok (golongan).
C Meneladani Nilai-nilai Juang Para Pendiri Negara dalam Kehidupan Sehari-hari
Nilai-nilai juang yang dapat kita teladani dari para pendiri negara kita cukuplah banyak. Di antara nilai-nilai juang tersebut dapat kamu baca seperti dalam uraian berikut.
1. Sikap Rela Berkorban
2. Semangat Kebersamaan
3. Bersikap Ikhlas
4. Bersikap Gigih Pantang, menyerah,Teguh pendirian, Bersabar, Bekerja keras, Percaya diri

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan jawaban yang benar!

  1.  Jelaskan arti nilai juang!
  2. Jelaskan 4 nilai juang yang digunakan para pejuang bangsa Indonesia saat merumuskan dasar negara Pancasila!
  3. Jelaskan makna nilai kebersamaan!
  4. Kemukakan ciri-ciri nilai kebersamaan!
  5. Jelaskan arti dan makna ikhlas!
  6.  Kemukakan ciri-ciri sikap ikhlas!
  7.  Jelaskan makna sikap gigih!
  8.  Mengapa kita harus bersikap gigih dalam belajar?
  9. Apakah yang dimaksud dengan rela berkorban?
  10.  Kemukakan 3 contoh perilaku yang didasari sikap rela berkorban!


Posting Komentar